|
GUNTOLO’S WeBSITE |
|
SpEEd uP YoUR NeT |
WDS dengan DD-WRT Firmware |
|
Setelah sukses meng-upgrade firmware DD-WRT ke dalam router ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk konfigurasi WDS (Wireless Distribution System) terhadap router tersebut. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah MAC Address dari route tersebut. Router tersebut memiliki 3 MAC Address, yaitu mac wireless, mac LAN, mac WAN. Untuk WDS, yang perlu dicatat adalah MAC Wireless dari router tersebut, karena nantinya untuk di input ke dalam router lainnya yang akan tergabung dalam WDS tersebut. |
|
WDS Configuration Setting |
|
Dalam hal ini kita mempunyai 2 buah router. Untuk lebih mudahnya nantinya akan kita sebut sebagai Router 1 dan Router 2. Router 1 bertindak sebagai Broadband Router dan AP Mode, sedangkan Router 2 sebagai client WDS dengan Mode AP juga. WDS dapat dikonfigurasi apabila kedua router tersebut dalam mode AP, sedang jika dalam mode Client atau Client Bridge maka WDS tidak dapat dikonfigurasi.
Setelah anda akses melalui GUI dengan memasukkan username dan password yang benar maka akan tampil System Informasi dari router tersebut. Berikut tampilan Control Panel dari DD-WRT Firmware. |
|
Klik pada menu “Setup” dan pilih Basic Setup . Untuk Router 1, pada menu Internet Connectoin Type, pilih sesuai dengan koneksi internet yang anda miliki. Untuk Router 2 , Setup -> Basic Setup -> Internet Setup -> Internet Connection Type -> Disable
Berikan IP yang berbeda akan tetapi masih dalam subnet mask yang sama untuk Router 1 dan Router 2, Setup -> Basic Setup misal untuk Router 1 adalah 192.168.0.1 dan untuk Router 2 adalah 192.168.0.2 netmask 255.255.255.0
Pada Router 1 kosongkan untuk Gateway sedangkan untuk Router 2 pada kolom gateway isikan IP Router 1. |
|
Pada Router 1, Fasilitas DHCP Server di set pada Enabled sedang untuk Router 2 dapat di set Enable / Disable. Untuk memudahkan mengetahui wireless terhubung pada AP yang mana maka lebih baik DHCP kedua router tersebut di set Enable akan tetapi harus di bedakan start ip address untuk DHCP servernya. Dalam hal ini, pada Router 2 kita akan Disable-kan untuk DHCP server sehingga wireless yang terhubung akan diberikan IP oleh Router 1. |
|
Untuk Static DNS, isikan DNS yang diberikan oleh ISP dimana anda berlangganan internet.
Matikan Firewall pada Router 2. Security -> Firewall -> Firewall Protection -> Disable
Matikan Security pada kedua Router tersebut. Wireless -> Wireless Security -> Security Mode -> Disabled. Security ini dapat di enable ketika setting WDS sudah selesai dilakukan dan semua telah berjalan dengan baik. |
|
Set kedua Router tersebut dalam Mode AP dan channel yang sama. Wireless -> Basic Settings
Pada menu Wireless -> Basic Settings set SSID untuk menghubungkan kedua router tersebut. Untuk WPA WDS, SSID kedua router harus sama, sedangkan untuk WEP WDS kedua router boleh berbeda SSID akan tetapi lebih baik jika menggunakan security maka kedua router mempunyai SSID yang sama.
Dalam ini kita akan menggunakan SSID yang berbeda karena kita tidak mengaktifkan security wireless.
|
|
Yang perlu diperhatikan, jika kita menggunakan mode Mixed maka channel yang dapat digunakan adalah channel 1, 6, 11
Kita dapat set Network mode tersebut dalam B-Only maupun G-Only tergantung dari kebutuhan jaringan kita.
Buka Menu WDS Configuration pada kedua Router tersebut dan kemudian isikan Mac kedua router dengan saling berlawanan. Untuk Router 1 diisikan MAC Router 2 dan begitu sebaliknya. |
|
Klik Disable pada Menu Lazy WDS
Jika anda telah selesai mengkonfigurasi kedua router dan keduanya sudah terhubung dalam WDS, maka reboot kedua router tersebut. Setelah selesai dan semua telah berjalan dengan baik, anda dapat menaktifkan security.
Untuk menghindari beberapa trouble dengan WDS ini, dapat pula mengaktifkan Demiliterized Zone (DMZ) pada Router 1
|
